Nasional

Main Agenda: Tak ke Italia Maupun Austria, Prabowo Pulang ke Indonesia Usai Kunjungan Prancis

Tak ke Italia Maupun Austria, Prabowo Pulang ke Indonesia Usai Kunjungan Prancis Main Agenda - JAKARTA — Kepulangan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo

Desk Nasional
Published Mei 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Tak ke Italia Maupun Austria, Prabowo Pulang ke Indonesia Usai Kunjungan Prancis

Main Agenda – JAKARTA — Kepulangan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto ke tanah air menjadi pembicaraan utama setelah selesai menjalani serangkaian aktivitas diplomasi di Paris, Prancis. Rombongan kepresidenan yang terdiri dari sejumlah anggota delegasi kini sedang dalam penerbangan kembali ke Jakarta, dengan rencana mendarat langsung di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini mengakhiri spekulasi mengenai arah perjalanan Prabowo selama kunjungan luar negerinya, yang sebelumnya sempat diperkirakan akan melibatkan negara-negara seperti Italia dan Austria.

Kunjungan Diplomasi Prancis dan Kepulangan yang Diumumkan

Kunjungan resmi Prabowo ke Prancis berlangsung sejak Jumat (29/5/2026), dimulai dari Bandara Orly. Sebelum meninggalkan ibukota Prancis, Presiden diberi penghormatan militer melalui upacara jajar kehormatan yang melibatkan 21 anggota pasukan. Prosesi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri Eléonore Caroit serta Gubernur Militer Paris Jenderal Loïc Mizon. Suasana pelepasan berlangsung tenang dan penuh hormat, menunjukkan komitmen kedua pihak dalam memperkuat hubungan bilateral.

Dalam perjalanan kembali ke Indonesia, Presiden Prabowo juga didampingi oleh sejumlah pejabat luar negeri, seperti Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar, dan Atase Pertahanan RI di Paris Marsma TNI Hendra Gunawan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa rombongan kepresidenan tetap menjaga keterhubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses negosiasi. Kepulangan ini menjadi jawaban atas berbagai rumor yang sebelumnya beredar tentang tujuan lanjutan perjalanan luar negeri Presiden.

Kegiatan Penting di Paris: Diplomasi dan Sosial

Selama berada di Paris, Prabowo menjalani berbagai agenda utama untuk mempererat kerja sama antara Indonesia dan Prancis. Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara penyambutan di Les Invalides, tempat yang memiliki sejarah penting dalam konteks hubungan kedua negara. Setelah itu, Presiden menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, serta jamuan malam kenegaraan di Salle des Fêtes. Pada hari yang sama, Prabowo juga memanfaatkan waktu untuk melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat Indonesia yang tinggal di Prancis serta komunitas diaspora.

Aktivitas diplomatik ini dianggap penting dalam membangun kerja sama ekonomi, industri, dan pertahanan. Pada kesempatan pertemuan di Salle des Fêtes, Presiden RI dan Presiden Prancis sepakat menandatangani komitmen investasi besar-besaran.

“Forum bisnis lintas negara ini sukses menelurkan komitmen investasi jumbo senilai USD 11 miliar atau setara Rp176 triliun lebih,”

kata seorang sumber dari Sekretariat Kabinet, menjelaskan hasil kerja sama yang diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Speskulasi Awal dan Penjelasan Internal Partai

Sebelumnya, beredar isu bahwa rombongan Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Roma (Italia) dan Wina (Austria) untuk melakukan serangkaian pertemuan diplomatik. Hal ini terbukti dari data aplikasi FlightRadar24 yang menunjukkan indikasi pesawat kepresidenan PK-GIF (GA1) bergerak menuju arah tersebut. Namun, pada kenyataannya, rombongan langsung berangkat ke Indonesia, memperjelas bahwa kunjungan ke Prancis adalah tujuan utama dalam rangkaian perjalanan luar negerinya.

Penjelasan tentang rencana awal kunjungan ke Eropa berasal dari pihak internal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso, dalam pernyataan tertulis yang dikutip Kompas.com pada Jumat (29/5/2026), mengatakan bahwa agenda luar negeri Prabowo di akhir Mei 2026 dirancang untuk meninjau tiga negara strategis, yaitu Italia, Austria, dan Hungaria. Tujuannya adalah untuk memperkuat kerja sama ekonomi, industri, dan pertahanan. Namun, karena prioritas utama adalah mempererat hubungan dengan Prancis, kunjungan ke dua negara lainnya dijadwalkan secara lebih lanjut atau mungkin dipindahkan ke waktu berikutnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan investasi, Prancis dan Indonesia menargetkan kerja sama dalam sektor energi, pertanian, serta teknologi. Penandatanganan komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan aliran investasi dan kerja sama bidang industri khususnya. Kehadiran putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo, dalam kegiatan tersebut menunjukkan perhatian pihak keluarga terhadap diplomasi dan kemitraan internasional.

Di sisi lain, hasil kunjungan ke Prancis juga menjadi momentum untuk memperkuat persahabatan antara dua negara. Meski tidak melanjutkan perjalanan ke Eropa barat, Prabowo tetap memastikan bahwa kemitraan dengan Prancis akan terus ditingkatkan. Dalam proses penerbangan kembali, delegasi kepresidenan menegaskan bahwa komitmen tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program kerja sama yang telah dirancang sebelumnya.

Peran Dubes dan Pejabat Negara Dalam Kepulangan

Sebagai bagian dari kegiatan pelepasan, Dubes Prancis untuk Indonesia Fabien Penone dan Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar turut hadir untuk memberikan penghargaan kepada Prabowo. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama antara kedua negara terus berjalan meski kunjungan telah selesai. Atase Pertahanan RI di Paris Marsma TNI Hendra Gunawan juga turut memperkuat hubungan pertahanan, yang menjadi salah satu prioritas dalam perjanjian bilateral.

Kunjungan ke Prancis ini dianggap sebagai langkah strategis dalam membangun jaringan kemitraan yang lebih luas di Eropa. Dengan mendarat langsung di Jakarta, Prabowo memastikan bahwa hasil kunjungan akan segera diimplementasikan di tanah air. Kehadiran Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di dalam penerbangan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan delegasi dalam menyampaikan hasil pertemuan kepada publik.

Dengan mengakhiri kunjungan ke Prancis, Prabowo kembali ke Jakarta sebagai tanda bahwa perjalanan diplomatiknya telah mencapai tujuan utama. Meski tidak melanjutkan ke Italia atau Austria, kehadiran di Prancis tetap memberikan dampak besar bagi hubungan bilateral. Prosesi kepulangan yang diiringi penghormatan militer dan hadirnya pejabat penting mencerminkan tingkat kepercayaan yang terjalin antara Indonesia dan Prancis. Hasil kerja sama yang telah tercapai akan menjadi dasar untuk pengembangan hubungan lebih lanjut di masa depan.

Leave a Comment