Regional

Kelakuan Jaksa Gadungan di Kendari: Gaya Parlente – Sewa Mobil Mewah, Sewa Villa hingga Open BO

n Modus Sewa Mobil Mewah dan Open BO Kelakuan Jaksa Gadungan di Kendari - Dalam kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terungkap skandal yang memperlihatkan

Desk Regional
Published Mei 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Kelakuan Jaksa Gadungan di Kendari: Tipu Mahasiswa dengan Modus Sewa Mobil Mewah dan Open BO

Kelakuan Jaksa Gadungan di Kendari – Dalam kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terungkap skandal yang memperlihatkan kelakuan jaksa gadungan yang menipu pencari kerja. Seorang pria berusia 28 tahun, yang dikenal sebagai IK, menyamar sebagai jaksa dengan menggunakan ID Card dan seragam dinas yang disewa dari rental di wilayah tersebut. Dengan gaya parlente yang memperlihatkan kesan profesional, IK menipu korban dengan janji menjanjikan pekerjaan di lembaga penjara, yang berujung pada pembayaran uang sebesar Rp69 juta. Kelakuan jaksa gadungan di Kendari ini bukanlah kejadian baru, melainkan telah terjadi selama beberapa bulan sebelum akhirnya ditangkap.

Modus Penipuan Berdasarkan Seragam dan Dokumen Palsu

IK memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan dengan menampilkan diri sebagai pejabat berwibawa. Ia menyetor uang kecil kepada korban sebagai tanda jadi, lalu menggoda dengan janji besar seperti penghasilan tinggi dan penginapan mewah. Modus ini terlihat cukup cerdik karena menggabungkan eksploitasi penampilan dan kebijakan organisasi. Korbannya, sebagian besar dari daerah Konawe Kepulauan, terjebak dalam permainan kata hingga kehilangan dana besar untuk memenuhi permintaan IK.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengungkap bahwa IK telah menggunakan seragam dan ID Card jaksa selama setahun. Pemalsuan dokumen ini memudahkan pelaku untuk mengambil kepercayaan korban.

Setelah penangkapan, barang bukti seperti mobil mewah yang disewa, villa selama satu bulan, dan aplikasi kencan MiChat untuk Open BO ditemukan. IK juga terlibat dalam penggelapan sepeda motor, menunjukkan bahwa kegiatan penipuannya tidak terbatas pada satu modus. Keberhasilan penangkapan ini menunjukkan upaya pihak kepolisian dalam menegakkan hukum di tengah kesulitan mengungkap kriminalitas yang melibatkan institusi pemerintah.

Korban dan Dampak Gaya Hidup Mewah

Kasus ini menggambarkan bagaimana kelakuan jaksa gadungan di Kendari mampu merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum. Mahasiswa dari Konawe Kepulauan menjadi salah satu korban utama, yang diberi harapan menjadi penjaga tahanan sebagai hasil dari uang yang dibayarkannya. Selain itu, IK juga menargetkan pencari kerja lainnya dengan berbagai janji. Hasil kejahatan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan mewah, termasuk penginapan di villa dan penyewaan mobil berkelas.

Pelaku sering menawarkan keuntungan dengan alasan agar korban merasa terlibat dalam bisnis serius. Namun, uang yang dikumpulkan akhirnya digunakan untuk gaya hidup yang tidak bertanggung jawab.

Kelakuan jaksa gadungan di Kendari ini memicu penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang. Beberapa korban mengungkapkan bahwa mereka terjebak karena kebingungan akan proses rekrutmen dan kepercayaan terhadap seragam serta dokumen yang disajikan. Dampak sosialnya terasa jelas, karena masyarakat mulai meragukan kredibilitas para jaksa yang terlihat profesional. Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana penipuan bisa terjadi di antara masyarakat yang tidak paham mekanisme hukum.

Pengungkapan dan Tindakan Selanjutnya

Kasus kelakuan jaksa gadungan di Kendari memicu penegakan hukum yang lebih ketat. Tim Buser77 berhasil menangkap IK setelah memperoleh bukti kuat melalui ID Card dan seragam jaksa yang dipakai. Penyidik juga menemukan catatan transaksi keuangan yang menunjukkan aliran dana dari korban ke rekening pelaku. Selain itu, IK terlibat dalam beberapa kasus penipuan lainnya yang berpotensi memperparah kerugian korban.

Dengan peran yang berwibawa, pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat. Kemampuan IK dalam menyamarkan identitas sebagai jaksa membuat skala kejahatannya lebih luas. Penyidik menemukan bahwa kelakuan jaksa gadungan di Kendari ini tidak hanya melibatkan satu orang, melainkan bisa menjangkau korban di berbagai area seperti Soropia dan Konawe. Kini, polisi sedang menginvestigasi lebih lanjut untuk mengetahui seberapa luas jaringan kejahatan ini.

AKP Welliwanto Malau mengingatkan bahwa kelakuan jaksa gadungan di Kendari menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mempercayai pihak yang menampilkan diri sebagai pejabat berwenang.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran publik, pihak kepolisian mengadakan sosialisasi terkait penipuan yang melibatkan seragam dan dokumen palsu. Kasus ini juga menjadi bahan diskusi di kalangan masyarakat dan pegawai negeri untuk mencegah tindakan serupa di masa depan. Kelakuan jaksa gadungan di Kendari ini menunjukkan bahwa penipuan bisa terjadi di segala lapisan masyarakat, bahkan di lingkungan institusi kehakiman.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul “Jaksa Gadungan di Kendari Tipu Mahasiswa Demi Sewa Vila dan Open BO, Modus Pakai Mobil Mewah-Seragam”.

Leave a Comment