Robert Kardinal Optimis Papua Jadi Lumbung Tuna Indonesia Timur
Key Strategy – Dalam upaya memperkuat sektor perikanan di Indonesia Timur, Robert Kardinal, anggota Komisi IV DPR RI, memaparkan strategi utama yang berfokus pada pembangunan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Ia meyakini bahwa dengan mengoptimalkan potensi sumber daya laut Papua, wilayah tersebut bisa menjadi lumbung tuna utama nasional. Strategi ini, menurut Robert, akan memastikan pengembangan sektor kelautan yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada impor ikan dari luar negeri.
Program KNMP dan Strategi Utama
Robert J. Kardinal menekankan bahwa KNMP adalah program unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dirancang untuk memperkuat pengelolaan perikanan lokal. Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga fokus pada penguatan ekonomi masyarakat nelayan melalui pemberdayaan. Dalam wawancara terpisah, ia menjelaskan bahwa KNMP akan menjadi strategi pemerintah dalam mengembangkan kawasan strategis seperti Kepulauan Ayau, Kepulauan Auri, serta perairan Biak Numfor dan Supiori, yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut tinggi.
Strategi ini dianggap sebagai salah satu langkah penting dalam memperkuat keberadaan tuna sebagai salah satu komoditas utama. Robert menyebutkan bahwa kekayaan sumber daya ikan di kawasan Papua Barat dan Papua Barat Daya sangat besar, dan dengan penerapan KNMP, ketersediaan ikan bisa lebih optimal. “KNMP akan menjadi strategi utama dalam menciptakan kemandirian sektor perikanan di wilayah timur Indonesia,” tambahnya.
Potensi Kekayaan Laut Papua
Menurut Robert, tiga wilayah yang menjadi fokus KNMP memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan luar negara. Kawasan ini secara geografis lebih dekat ke negara-negara tetangga seperti Palau dan Filipina, sehingga keberadaan program tersebut bisa menjadi benteng bagi pengelolaan sumber daya ikan yang lebih terarah. Ia juga menjelaskan bahwa Kepulauan Mapia, yang terletak di Kabupaten Supiori, adalah salah satu daerah penghasil tuna terbesar di Papua.
Dalam kunjungan ke lokasi tersebut, Robert menyoroti bahwa perairan Kepulauan Mapia dulu menjadi bagian dari kejayaan industri perikanan Papua saat perusahaan Jayanti Group beroperasi sejak tahun 1999 hingga 2003. “Dengan menanamkan strategi KNMP di sana, kami bisa merevitalisasi industri perikanan yang sebelumnya terpuruk,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa KNMP tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga keseriusan dalam mengembangkan sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak wilayah.
Robert Kardinal menambahkan bahwa sumber daya ikan di kawasan ini meliputi berbagai jenis, seperti tuna, cakalang, kerapu, rumput laut, dan teripang. Dengan memperkuat produksi dari sumber daya yang ada, pemerintah bisa memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan, sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan laut akibat penangkapan berlebihan. “Strategi KNMP akan membantu menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan,” katanya.
Menurutnya, KNMP juga memungkinkan pengembangan industri perikanan secara bertahap, dari skala lokal hingga nasional. Dengan fokus pada pengelolaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas produk ikan, memperluas pasar, dan menarik investasi ke sektor kelautan. Robert menegaskan bahwa pemerintah perlu memprioritaskan pembangunan KNMP di wilayah paling timur Indonesia, karena letak geografisnya yang strategis sebagai penghubung antar kawasan.
Dalam kesimpulan, Robert Kardinal menyatakan bahwa dengan menerapkan strategi KNMP secara konsisten, Papua bisa menjadi lumbung tuna utama di kawasan Indonesia Timur. Ia berharap program ini bisa diimplementasikan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat nelayan. “Kami yakin bahwa KNMP adalah strategi yang tepat untuk membangun industri perikanan yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.
