Nasional

Key Strategy: IISAR Nilai Banyaknya Nomor Darurat Hambat Penyelamatan, Usulkan Satu Akses 115

ngkatkan Efektivitas Penyelamatan Pengusulan untuk Mengakhiri Fragmentasi Sistem Panggilan Key Strategy menjadi pendekatan utama dalam upaya IISAR untuk

Desk Nasional
Published Mei 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

IISAR Berikan Saran Satu Nomor Darurat 115 untuk Tingkatkan Efektivitas Penyelamatan

Pengusulan untuk Mengakhiri Fragmentasi Sistem Panggilan

Key Strategy menjadi pendekatan utama dalam upaya IISAR untuk memperbaiki sistem layanan darurat di Indonesia. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang penyelamatan, IISAR menekankan pentingnya penerapan nomor darurat tunggal 115 sebagai solusi terhadap masalah fragmentasi layanan yang saat ini menyebabkan kebingungan masyarakat. Banyaknya nomor darurat yang berbeda, seperti 113, 115, 119, dan 117, dinilai menghambat kemampuan respons cepat dan koordinasi antarinstansi selama situasi darurat. Dengan satu akses 115, IISAR percaya proses evakuasi dan penanganan bencana bisa lebih efisien, terutama dalam skenario yang mengancam nyawa manusia.

“Masyarakat sering kebingungan saat membutuhkan bantuan segera, terutama dalam kondisi darurat yang memengaruhi nyawa,” ujar Candra Tri Saktiyanto, pendiri IISAR, dalam pernyataannya yang dikutip, Selasa (12/5/2026).

Key Strategy dalam mengusulkan nomor darurat 115 tidak hanya berfokus pada kemudahan akses, tetapi juga pada integrasi teknologi yang canggih. Sistem ini dirancang untuk menerima panggilan suara, SMS, dan aplikasi mobile, sehingga bisa diakses oleh berbagai kalangan, termasuk mereka yang kurang akrab dengan teknologi digital. Dengan mekanisme ini, setiap panggilan darurat akan segera dikirimkan ke pusat koordinasi terpadu, yang diperkirakan bisa mempercepat keputusan dan respons dari tim SAR.

Perspektif Ekonomi dan Optimasi Anggaran

Key Strategy ini juga dilihat dari perspektif ekonomi makro. Menurut IISAR, keterlambatan respons dalam situasi darurat bisa merugikan perekonomian nasional. Metode Value of Statistical Life (VSL) digunakan untuk menghitung kerugian ekonomi yang terjadi karena waktu yang terbuang dalam menunggu layanan darurat. Dengan menyatukan semua layanan ke dalam satu nomor, pemerintah bisa mengalokasikan dana keselamatan secara lebih efektif dan minim pemborosan.

“Sistem terpadu memungkinkan pemerintah mengoptimalkan anggaran dengan fokus pada kecepatan dan akurasi,” tambah Candra.

Key Strategy dalam penggunaan dana juga mencakup efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Dengan satu nomor darurat, data penggunaan layanan bisa diakses secara terpusat, sehingga memudahkan evaluasi kebutuhan dan penyesuaian strategi. Selain itu, penggunaan teknologi adaptif diharapkan bisa mengurangi biaya operasional jangka panjang, karena pengelolaan sistem yang terpadu menurut riset lebih hemat dibandingkan sistem terpisah.

Manfaat Teknologi Terpadu dalam Penyelamatan

IISAR menekankan bahwa keberhasilan Key Strategy bergantung pada penerapan teknologi yang canggih dan terintegrasi. Sistem 115 akan dilengkapi dengan alat analisis data waktu nyata, sehingga tim SAR bisa merespons secara lebih tepat. Teknologi ini juga memungkinkan identifikasi sumber kecelakaan secara cepat, serta penyaluran bantuan yang lebih terarah, baik untuk bencana alam maupun kecelakaan lalu lintas.

“Dengan Key Strategy, setiap panggilan darurat akan diarahkan ke unit yang tepat, mengurangi kesalahan penanganan yang bisa memperparah situasi,” jelas Candra.

Keterpaduan teknologi dan data menjadi prioritas utama dalam Key Strategy ini. IISAR mengusulkan sistem 115 yang terhubung dengan database informasi masyarakat, seperti lokasi, riwayat kesehatan, dan status keadaan, agar responden bisa langsung memahami kondisi yang dihadapi. Selain itu, sistem ini akan dirancang untuk bisa bekerja dalam kondisi jaringan yang terbatas, sehingga tetap efektif saat internet atau telepon seluler sedang down.

Strategi Jangka Panjang untuk Penguatan SAR Nasional

Key Strategy IISAR tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya transformasi jangka panjang dalam sektor SAR. Mereka menegaskan bahwa penyelamatan yang efektif memerlukan perubahan struktural, seperti peningkatan kapasitas petugas, pengembangan infrastruktur teknologi, dan pelatihan khusus bagi masyarakat. Dengan satu nomor darurat, seluruh proses ini bisa lebih terkoordinasi, sehingga mempercepat proses pemulihan setelah bencana.

“Key Strategy ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan SAR yang lebih profesional dan responsif,” kata Candra.

IISAR juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat dalam menggunakan nomor 115. Mereka mengusulkan pelatihan singkat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sistem darurat yang terpadu. Dengan Key Strategy ini, IISAR berharap bisa menciptakan lingkungan yang siap menghadapi segala jenis bencana, baik yang terjadi di perkotaan maupun di daerah terpencil.

Leave a Comment